Wednesday, 24 October 2012

Seleksi Pengurus FOKUS 2012 - 2013

Kepada seluruh calon pengurus FOKUS periode 2012 - 2013, aku minta maaf atas keputusan yang sangat mendadak ini...
Setelah merundingkan dengan pembina OSIS, akhirnya aku dan Ibu Erika sepakat untuk mengadakan seleksi karena jumlah peminat yang mencapai 65 orang... Jumlah ini berbanding terbalik dengan pengurus FOKUS periode lalu... Namun, sebagai penghargaan atas partisipasi kalian, aku menambah kuota peserta agar pekerjaan kalian nanti tidak terlalu berat...
dari seluruh siswa yang lolos seleksi, akan dibagi menjadi 3 tim yaitu : TF1, TF2, dan TF3
Masing - masing tim akan mengerjakan HANYA SATU edisi Fokus dalam satu periode untuk mempercepat proses dan menjaga ketepatan waktu terbit...

Untuk itu, aku memberikan informasi selengkapnya mengenai seleksi yang akan diadakan... Tolong kalian sebarkan link ini agar dapat diketahui oleh seluruh calon pengurus FOKUS periode 2012 - 2013...



SELEKSI JURNALIS, REPORTER, dan KONSEPTOR
Seleksi akan diadakan besok, hari Kamis tanggal 24 Oktober 2012 di kelas XIIA.
Seleksi dimulai pukul 14.00 TEPAT dan berakhir pukul 15.00
Setiap peserta WAJIB membawa 2 lembar folio bergaris dan alat tulis sendiri
Ketentuan seleksi :
* Jurnalis akan membuat sebuah artikel bebas (fiksi, eksposisi, dll)
* Reporter akan membuat suatu laporan kegiatan/event yang telah dilaksanakan
* Konseptor akan membuat sebuah konsep, menjelaskannya, serta menuliskan bagaimana konsep tersebut akan dimuat dengan rinci
Mekanisme seleksi :
1. Seleksi akan dibagi ke dalam dua bagian, yaitu 30 menit pertama dan 30 menit kedua
2. Pada 30 menit pertama, seluruh peserta diminta untuk membuat suatu artikel yang temanya bebas, disesuaikan dengan ide masing - masing
3. Pada 30 menit keduam peserta diminta untuk menuliskan sebuah karangan yang temanya telah DITENTUKAN



SELEKSI LAY-OUTER, ILUSTRATOR, dan FOTOGRAFER
Seleksi diadakan dengan cara mengumpulkan hasil karya masing - masing bidang pada hari Senin tanggal 29 Oktober 2012, dikirimkan ke odeodeodeodeode@yahoo.com paling lambat pukul 17.00
Tema yang harus dikerjakan
THE SIMPLE WAY TO LOVE
Ketentuan seleksi :
* Karya diserahkan dalam bentuk digital (scanned documents are permitted)
* Satu peserta hanya boleh mengirimkan 1 karya, yang artinya hanya memiliki 1 kesempatan
* Lay-outer membuat sebuah design lay-out
* Ilustrator membuat sebuah ilustrasi dari Chapter 1 yang dimuat dalam Blog ini "BEFORE ME"
* Fotografer menyerahkan sebuah foto yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan
* TIDAK DIPERKENANKAN mengkopas object dalam bentuk apa pun, keseluruhan pekerjaan harus ORISINIL dan BELUM PERNAH diikutsertakan dalam lomba atau sejenisnya



Seluruh peserta tidak diijinkan untuk bekerjasama dalam pengerjaan proyek seleksi ini. Jika ditemukan adanya kesamaan atau similaritas, maka siswa tersebut akan langsung dicoret namanya.
Seleksi berlangsung dalam satu tahap. Pengumuman hasil akan di update melalui blog ini.
Keterangan lebih jauh akan diberikan setelah proses seleksi selesai. :)

Contact person :
Gabriella (XIB) : 29D94EAD / 085860772776 / @gabriell_chen / gabriellegchen@gmail.com



Aku sangat berterimakasih untuk partisipasi kalian... Selamat berjuang, dan semoga beruntung!
See you, guys! Be a part of us...

Your partner,
Fokus Leader

Wednesday, 15 August 2012

Yang Tak Terucap

Entah darimana harus kumulai
Semua kenangan
Tawa canda dan percakapan kita
Berkelebat di benakku
          Seulas senyum merekah di wajahku
          Tatapanku menerawang jauh
          jauh ke masa yang takkan terulang
Aku akan menghentikan langkahku di sini
Aku akan berhenti mencintaimu
Berhenti mengikuti langkahmu
Berhenti ada untukmu
Menjauh dari sisimu
          Melupakanmu
          Aku... Sanggupkah aku?
          Tahukah kau?
          Rasa yang hidup di sukma ini
          Tiada berubah, tak berkurang

Before Me (Chapter 1 Part 2)


“Ma, Papa berangkat dulu ya.”
“Iya, Papa ati-ati ya. Nanti kalau sudah sampai langsung kabari Mama ya?”
“Iya, istriku yang cantik... Hahaha...”
Tawa Dianna yang mengiringi langkah suaminya menuju ke luar sirna seketika saat ia melihat Edelline tengah melakukan sesuatu di samping kura-kura yang sudah lama tak disentuhnya.
“Pa! Papa!”
“Ada apa, Ma? Kok mukamu mendadak pucat?”
“Elline, Pa! Elline!”
“Iya, ada apa sama Elline? Ngomongnya yang jeelas dong, Ma... Elline kan udah berangkat ke sekolah?”
Dianna yang lemas seketika hanya bisa menunjuk ke arah puterinya itu. Evan yang bingung, mengikuti arah pandangan istrinya dan menyadari apa yang membuat sang istri terpaku seperti itu. Segera ia berlari ke garasi mencari puteranya. Wajahnya pun berubah sepucat Dianna.
“Edward! Kamu ngapain sih?”, Evan masuk dengan nafas terengah-engah dan tanggannya mengapai-gapai ke arah Edward.
“Papa? Kok dateng-dateng panik gitu, Pa?”, Edward memegangi kedua tangan Papanya.
“Itu liat adik kamu, Edward! Kalo dia tau gimana?”, Evan masih berusaha mengatur nafas.
“Ga mungkin lah, Pa... Siapa yang mau ngasitau dia?”, Edward semakin bingung. Baik Papa, Mama maupun dirinya sudah sepakat untuk tidak membuka luka lama itu. Dan selain mereka, tidak ada lagi yang tahu. Lalu, nagaimana mungkin Edelline akan mengetahuinya?
“Ga akan ada yang ngasitau dia, Edward! Kecuali kura-kura di kolam ikan!”, Papanya seketika menegakkan badan lalu mengarahkan tangan kanannya ke luar, menunjuk ke arah kolam ikan.
“Apa, Pa?”, Edward terkejut. Ia lupa bahwa nama itu terukir di sana! Lima belas tahun yang lalu nama mereka satu per satu memang sengaja diukir pada cangkang tiap-tiap kura-kura itu.
“Sekarang juga kamu keluar, kamu anter adik kamu ke sekolah! Urusan kamu, apa pun itu, Papa jamin semua pasti beres!”, Evan menyentuh bahu Edward dan mendorongnya perlahan ke arah mobil.
“I...Iya, Pa”, Edward yang terkesiap langsung masuk ke mobilnya dan menyalakan mesin. Tak lama kemudia mobil itu telah meninggalkan garasi. Tak sampai semenit ia sudah ada di belakang adiknya yang sedang mengelap-elap lagi punggung kura-kura itu.
“Elline! Ayo!”, kepala Edward mernyembul dari jendela mobil. Edward berusaha keras untuk menyembunyikan kepanikkan dan kekhawatirannya.
“Eh, Kak, mmm, boleh tunggu lima menit ga?”, Edelline berbalik lalu berdiri denga malas. Ia masih belum menyampirkan tasnya ke bahu.
“Lima menit? Buat apa?”, ada kegetiran dan ketakutan dalam diri Edward.
“Ini loh, Ka, aku ...”, Edelline menelengkan kepalanyam hendak menunjuk ke arah kura-kura yang tak terawat itu. Namun Edward segera memotong.
“Ceritanya ntar di jalan aja, ya. Mending sekarang kamu masuk. Ntar kamu telat. Ini kan hari pertama kamu di SMA.”
“Tapi, Kak. Aku ... “
“Elline, dengerin Kakak ya? Please?”
“Iya, Kak...”, balas Elline dengan pasrah lalu mengambil tasnya dan masuk ke mobil, di sebelah sang kakak.
Dalam perjalanan, Edelline menceritakan soal penemuannya di kolam ikan itu. Ia bercerita dengan penuh semangat sehingga tak menyadari wajah sang Kakak yang pucat pasi mendengarkan ceritanya.
“Aneh kan, Kak?”, ia menoleh ke arah Edward. “Kak?”
“Eh, iya, aneh-aneh. Aneh banget.”, rasa panik memenuhi otaknya. Edward tidak mampu menjawab pertanyaan adiknya. Ia takut. Takut adiknya akan terluka.
“Apa coba yang aneh? Kakak ngelamunin apa sih daritadi? Pasti aku cerita ga didengerin deh...”, edelline melipat tangannya di depan dada sambil memandangi Edward.
“Aduh, sorry, De... Kakak lagi ga konsen tadi. Coba kamu ulang ceritanya. Sekarang pasti Kakak dengerin deh.”, merasa sudah mulai tenang, Edward menanggapi ocehan adik satu-satunya –yang selamat- itu.
“Hm... Ya aku aneh aja, Kak. Kita sekeluarga kan Cuma berempat, dan di tiap punggung kura-kura itu ada nama Papa, Mama, Kakak, sama nama aku. Tapi kura-kuranya ada lima. Terus, yang satu lagi punya siapa ya, Kak? Kakak tau ga?”, Edelline kembali berkonsentrasi dengan ceritanya hingga tak menyadari bahwamereka sudah sampai di sekolahnya.
“Elline sayang, kamu ga boleh terlalu mikirin hal yang ngga penting kaya gitu. Nanti kamu jadi terpaku sama yang sama sekali nggga penting.”. Mobil itu memasuki lapangan parkir.
Edelline bingung. Tidak biasanya Kakak yang sangat suka bercanda dengannya mendadak tegang seperti itu. Ditambah lagi, Edward tidak mau menjawab pertanyaannya.
“Nah, Linne, udah nyampe nih! Semangat ya belajarnya! Jangan jutek loh sama temen-teman baru. Ok?”, Edward mengecup kening adiknya. Itu adalah hal yang biasa ia lakukan saat edelline mulai panik atau menangis jika mendapatkan ‘penglihatan-penglihatan’ yang kurang menyenangkannya. Biasanya dengan cara itu Edelline akan melupakan ketakutannya dan kembali bermain.
“Oke, Kak... Aku kan udah bukan anak kecil lagi.”, Edelline memasang muka cemberut ala anak kecil dan menyilangkan tangannya di depan dada. “Ntar Kak Edward lagi yang jemput?” ucap Edelline seraya turun dari mobil.
“Mmm... Itu Kakak belum tau. Tunggu BBM Papa atau Kakak ya?”
“Oke deh, Kakakku sayang, Kakakku ganteng! Hahaha... Aku masuk dulu ya!”, ia turun lalu menutup pintu mobil.
“Iya, have fun ya!”, Edwarde sedikit berteriak dari jendela mobil. Ia melihat Edelline berjalan mundur beberapa langkah sambil melambaikan tangan lalu berbalik dan berjalan menuju sekolahnya.
Edelline berdiri di depan pintu utama sekolahnya dan tersenyum sambil melambaikan tangan pada Kakaknya. Tidak sampai tiga menit, Jazz biru itu sudah menghilang dari pandangan.
“Hmm... Ini dia sekolah baru. Semoga gue betah ya!”, sebuah senyuman manis mengembang di wajahnya.

Tuesday, 14 August 2012

Before Me


CHAPTER 1


Seorang gadis berambut cokelat tua berlari turun dari tangga dan langsung menuju meja makan. Ia memakai kemeja putih wanita berkerah bulat dan lengan pendek balon yang pas sekali dengan lengannya. Sebuah pita hitam tersimpul di lehernya dengan rapi. Rok selutut yang senada dengan dasinya pun dalam keadaan rapi dan pantas sekali. Saat ia melangkah mendekati kedua orangtuanya, rambutnya yang panjang digerai dibelai angin sepoi-sepoi yang masuk melalui taman di sebelah ruang makan. Matanya yang sipit berwarna biru cerah, hidungnya kecil tapi mancung, bibirnya yang tipis kecil dan warnanya semerah darah, dagunya yang manis serta pipinya yang selalu merona pink tanpa sentuhan make up mebuat wajahnya manis sekali.
Langkahnya kecil dan gemulai, tubuhnya sangat proporsional. Kulitnya putih seperti ayahnya, namun merona seperti sang Mama. Begitu melihat Papa Mamanya menoleh ke arahnya, ia mempercepat langkah dan langsung melemparkan senyum. Segera ia mengahampiri dan merangkul ayahnya dari belakang.
“Pagi, Papa! Pagi, Mama! Pagi kakakku Edwward yang ganteng! Kok tadi ga bangunin aku sih?”
“Habis kamu tidurnya lelap banget, sayang. Papa ga tega ah bangunin bidadari yang lagi tidur.”
“Ahh, Papa nih... Hahaha...”
“Aduh, ini anak sama Papa kompak banget deh ya. Kalo udah sibuk berdua, Mama dilupain deh...”
Ia beranjak lebih dekat pada Mamanya, “Ahh, Mama nih... Engga dong, Ma. Masa aku lupa sama Mama...”
“Iya, sayang... Mama tau kok...”, Mama tersenyum “udah, sekarang kamu duduk, terus kita sarapan ya.”
“Ih, si putri tidur udah bangun nih? Ga tunggu dicium pangeran dulu? Hahaha...”
“Hmm... Mulai deh Kak Edward ngeledek lagi...”, Edelline memanyunkan bibirnya dan memasang wajah cemberut.
“Ahahaha... Aduh, adikku sayang, Edelline cantik, jangan ngambek dong... Kakak kan Cuma bercanda...” ucap Edward menghibur adik kesayangannya itu sambil mengacak-acak rambut Edelline.
“Ihh... Kak Edward nih selalu deh ngacak-ngacak rambut aku! Kenapa? Rambut artis sih ya? Hahaha”
“Wah, kamu ini kepedean ato emang pede abis, Line? Hahaha”
Tawa ceria selalu menghiasi kebersamaan mereka. Meskipun yang terjadi adalah rutinitas seperti biasa, cinta kasih di antara mereka membuat setiap detik kebersamaan  layaknya harta yang sangat berharga.
“Elline, berangkat yuk! Kakak udah beres nih makannya... Kamu lama banget...”
“Loh? Bukannya Pa Dirman yang nganter aku?”
“Ehh,,, Pa Dirman kan mau nganter Papa... Kok kamu monopoli sih? Hahaha...”
“Ah? Serius nih, Pa... Jadi tiap hari aku berangkat sama siapa nih?”
“Sama Kakakmu yang ganteng ini loh, Elline...”
“Hahaha... Elline, kamu ternyata udah sama narsisnya sama Edward ya... Hahaha... Iya, kan kampus kakakmu deket sama sekolahmu, jadi kamu berangkatnya sama Kak Edward ya?”
“Owh... Oke, Papa! Iya dong, kan aku adiknya Kak Edward! Hahaha...”
“Ihh,,, putri Solo lama yah... Ayo cepetan! Kakak ada kelas nih jam 8.”
“Ehh, udah-udah. Ini udah jam berapa tuh? Cepetan sana berangkat. Kamu juga, Pa. Kamu hari ini berangkat ke Korea kan?”
“Asik! Papa ke Korea! Jangan lupa oleh-oleh ya, Pa! Hahaha...” jerit Edelline sambil membentangkan kedua tangannya di atas kepala lalu memeluk Papanya yang juga dibalas dengan pelukan hangat sang Papa.
“Iya, Elline, sayang... Udah gih kamu berangkat!”
“Bye, Pa! Bye Ma!”, Edelline bergerak lincah seraya mencium pipi Mamanya lalu melambaikan tangan.
“Dadah Papa, dadah Mama!”, Edward mengikuti.
Dua remaja itu pun melangkah keluar dengan canda menyertai. Mereka melewati jalan kecil yang di desain khusus sesuai selera Mamanya dengan bebatuan kecil. Jalan itu lebarnya kira-kira satu meter dan di pinggirnya ditanami rumput jepang yang sangat hijau. Dari jalan itu, ada bagian kosong yang hanya ditanami rumput jepang, panjangnya sekitar empat meter dan lebarnya tiga meter.
Baru setelahnya terlihat rumpun bunga-bunga yang sangat indah. Kentara sekali bahwa rumpun bunga itu mendapatkan perawatan yang sangat baik. Mawar, anggrek, lili, anyelir, teratai di kolam ikan kecil , morning glory, bunga terompet di sudut taman, lavender, bugenvil yang ditanam mengitari rumah, kamboja dalam pot-pot kecil yang ditaruh di undakan-undakan tangga di depan rumah yang menuju ke taman, dan beberapa jenis bunga liar yang sengaja ditanam di sekitar rumah menambah keindahan taman itu.
Edward melangkah ke garasi yang terletak di samping rumah. Garasi itu cukup besar karna cukup untuk melindungi tiga buah –yang akan segera menjadi empat buah- mobil di dalamnya. Edward menyuruh Edelline untuk menunggu di dekat kolam ikan.
Jika dilihat dari atas, akan terlihat jelas seisi taman yang indah serta tatanan rumah itu. Pintu utama rumah dengan pagar dihubungkan dengan jalan bebatuan kecil selebar satu meter, dan di tengah jalan itu dibuat sebuah kolam ikan berbentuk lingkaran dengan sebuah air mancur utama di tengahnya dan lima air mancur kecil berbentuk kura-kura di tepi kolam yang arah aliran airnya menuju ke pusat kolam. Kolam itu membuat jalan tersebut bercabang mengitari sisi kolam dan sisi yang lain hingga akhirnya bertemu lagi pada jalur yang sama menuju pintu gerbang. Gerbang itu terkesan mewah namun sederhana. Rangkanya terbuat dari baja namun tubuhnya sengaja menggunakan kayu berwarna cokelat gelap.
Edelline sangat betah berlama-lama di sana. Ia suka sekali duduk di tepian kolam sambil memandangi ikan-ikan yang berenang ke sana – ke mari seolah-olah menyadari kehadirannya. Sesaat ikan-ikan itu seperti hendak bersembunyi di bawah rentangan daun-daun bunga teratai berwarna merah jambu yang menghiasi permukaan kolam. Angin pagi yang lembut membelai-belai rambutnya. Rasanya nyaman sekali, ingin lebih lama menikmati suasana itu. Edelline memutuskan untuk mengamati kolam itu sambil berjalan mengitarinya. Ia suka menyentuh kelima kepala air mancur kecil yang menghadap ke pusat kolam itu. Saat hendak menyentuh salah satunya, matanya tertarik pada beberapa goresan kecil yang tampak teratur di punggung kura-kura itu. Ia duduk sebentar dan memperhatikan.
Evander Louis Gregory
“Eh, ini kan nama Papa! Mmm... Kayanya di tiap kura-kura ada namanya deh... Coba gue liat ah... Lumayan daripada bengong nungguin Kak Edward. Hihihi...”
Ia pun melangkahkan kakinya ke arah barat. Edelline memiliki indra keenam yang sering disebut-sebut sebagai bakat –juga kutukan- yang diberikan Tuhan dengan tujuan tertentu.
Dianna Lee
“Nama Mama!”
Tanpa pikir panjang, gadis remaja itu meneruskan langkahnya ke arah barat laut dengan lebih cepat. Ada perasaan yang menariknya dan mendorong rasa ingin tahu yang begitu besar dalam dirinya.
Edward Lovianno Gregory
“Tepat dugaan gue! Tiap kura-kura ini emang diukir sesuai nama tiap anggota keluarga! Kalo gitu, yang satu itu pasti punya g!”
Langkah kaki si gadis semakin cepat ke arah utara. Entah mengapa tapi ia merasa begitu tertarik. Seolah tiap penggalan nama di punggung kura-kura itu adalah kepingan-kepingan puzzle yang akan membawanya pada sesuatu.
“Aha! Ini dia nama gue! Hahaha...”, dengan lincah ia segera duduk di sisi kura-kura yang besarnya kira-kira dua kali bentangan telapak tangannya. Kura-kura nampak manis bertengger di sisi kolam. Warnanya cokelat kehijauan, begitu serasi dengan sekitarnya.
Edelline Lovianna Gregory
“Tapi kan kura-kuranya ada lima... Sedangkan di rumah kan cuma berempat. Yang satu lagi punya siapa ya?”
Seketika itu juga jantungnya berdebar kencang. Wajahnya berubah pucat dan keringat dingin mulai membasahi keningnya. Sekujur tubuhnya gemetar, kepalanya terasa pening. Ia lemas. Pandangannya terus tertuju pada kura-kura yang terakhir.
“Gue ini kenapa sih? Cuma penasaran doang kok sampe gemeter gini? Mmm... Kak Edward bilang paling lama lima menit... Kalo gitu, gue cek aja deh. Mumpung masih ada waktu.”
Ia mulai melangkahkan kakinya menapaki jalan yang mengitari kolam itu. Kali ini ia melangkah perlahan-lahan. Entah mengapa rasanya ia akan menyesali keingintahuannya kali ini. Tapi ia akan lebih menyesal lagi jika tidak mencari tahu, pikirnya.
Saat ia sudah sangat dekat...
“Loh kok? Kotor banget sih? Yang lain dibersihin terus kok yang ini engga ya? Aneh deh...”
Masih dengan tangan yang gemetar, ia mengambil sehelai tissue dari tasnya dan mulai mengelap punggung kura-kura yang terakhir. Setelah dirasa cukup, ia membasahi kura-kura itu.
“Ah, kok ga jelas sih tulisannya? Gara-gara kelamaan ga dibersihin sih... Jadi terkikis gini tulisannya. Kalo gitu, g bersihi aja deh.”
*****
What's next? ---

Friday, 20 April 2012

Baksos


RUNDOWN BAKSOS MERCY MINISTRY

1.       Praise & Worship
a.       Penaggungjawab
i.                    Praise
ii.                  Worship
iii.                Musik
2.       Menghias Telur
a.       Penanggungjawab
i.                    Balita : Gee, Monica, Maria, Diella, Olivia, Ganesia, Kezia, Cipi, Alvina, Jeanike
ii.                  Usia 8 – 7 : Yosephine, Vanessha, Jessica
b.      Jalan Acara
i.                    Pertama anak2 dipecah sesuai umur jadi 2 kelompok d atas
ii.                  Potongan2 kertas krep disusun sekelompok2 (kan warna-warni, setiap anak ntar dapet 1 potongan dari tiap warna) d lantai dibnentuk lingkaran
iii.                Anak2 diajak nyanyi yang ‘tentara Israel berjalan keliling, 7 kali, kliling tembok yerikho’
iv.                 Sebelum nyanyi, kasitau begitu lagu selesai, mereka harus ambil kertas krep masing2
v.                   Begitu lagu abis, biarin anak2 ngambil kertas krepnya sama kertas warna
vi.                 Suruh duduk per grup (2-3 anak), tiap grup harus ada min.2 pembimbing
vii.               Yang bukan penanggungjawab, bantuin juga (nyanyi, bagiin telor plastik)
viii.             Bagiin telornya, sama kasi lemnya
ix.                 Waktunya 20 menit
x.                   Kalo udah dihias, suruh maju 2/3 anak, suruh mereka ceritain soal telornya
xi.                 Kalo udah, tentuin pemenangnya
3.       Puzzle
i.                    Pertama anak2 dipecah jadi 2 kelompok sesuai umur
ii.                  Anak2 disuruh duduk melingkar
iii.                Baggiin potongan2 puzzlenya
iv.                 Penanggungjawab masing2 sama anak2 lain ngedampingin tiap anak d sana
v.                   Ntar yang udah selesai suruh acungin tangan, terus ceritain soal puzzlenya
vi.                 Penanggungjawab salah satu ntar nanya2
vii.               Waktunya 20 menit

Thursday, 12 April 2012

Biologi Ekologi XF

DAFTAR KELOMPOK
Group A     (Materi : Siklus Nitrogen)
1. Alvina
2. Anastasia
3. Christy
4. Ganesia
5. Kezia


Group B     (Materi : Pencemaran Suara)
1. Carlos
2. Jeanike
3. Joe
4. Shannel
5. Silvia
6. Verdianto


Group C     (Materi : Siklus Fosfor)
1. Andre
2. Frederick
3. Jessica
4. Vanessha
5. Yosephine


Group D     (Materi : Pencemaran Air)
1. Alvin
2. Edric
3. Michael
4. Niel
5. William


Group E     (Materi : Siklus Karbon)
1. Amelia
2. Diella
3. Gabriella
4. Maria
5. Olivia


Group F     (Materi : Pencemaran Tanah)
1. Daniel
2. Kevin
3. Maruli
4. Michelle
5. Theodorus


Group G     (Materi : Siklus Sulfur)
1. Edwin
2. Ivan
3. Jason
4. Trifutanto
5. Yoel


Group H     (Materi : Pencemaran Udara)
1. Elizabeth
2. Marsha
3. Monica
4. Sheryl
5. Stephanie




KETENTUAN
1. Wajib membuat power point (max 5 slide)
2. Presentasi dilakukan pada jam istirahat kedua (pk. 12.10) setiap hari Rabu
3. Waktu presentasi setiap kelompok adalah 10 menit
4. Power point harus diserahkan Jumat tanggal 20 April, jam istirahat ke dua di lab.Biologi
5. Presentasi berhubungan dengan ekologi dan permasalahan lingkungan



URUTAN PRESENTASI
1. Group A
2. Group E
3. Group G
4. Group C
5. Group D
6. Group H
7. Group F
8. Group B

Wednesday, 14 March 2012

FAREWELL

Hello, hello hello!!! =D
G udah lama ya ga ngepost... Well, kali ini g ga ngelanjutin MEG dulu dehh...
Ga apa-apa ya?

Kali ini artikel g didekasikan buat seorang guru. Guru g nih (beneran loh)...
Oke, here we go!

     Hai, gue adalah seorang siswi di salah satu SMA swasta favorit di Bandung. Sekarang gue  masih duduk di tingkat satu, alis belum ada penjurusan. Hmm... Gue punya banyak pelajaran yang gue suka loh... Ada Biologi, Kimia, Mat, Fisika, Sejarah, Inggris sama Musik.
     Bio gue emang udah suka dari dulu, Kimia rame!, Mat sama Fis juga rame (tapi guae sering ga teliti), kalo Inggris dari dulu juga suka, tapi sekarang susah pisan pelajarannya... (>,<)
     Nah, baru nih gue denger kabar kalo taun depan guru Inggris gue ga ngajar lagi do sekolah karna mau fokus di sekolah lain. Hmm... Gimana ya? Guru Inggris gue tuh baik, berjiwa muda (emang masih muda sih), supel, tapi kadang suka garing! Hehehe... (peace, Sir)
     Pengalaman gue, kalo nilai sampe jelek tuh ada 3 faktor... Faktor anaknya, faktor pelajaran yang emang susah, satu lagi faktor gurunya yang rese. Kalo gue, Inggris gue jelek tuh gara-gara pelajarannya emang susah. Hehehe...
    Nih ya, gue punya beberapa guru yang rame dari gue SD. Tapi ya, beda jenjang beda juga kesan ramenya. Guru gue yang satu ini cowo. Ulangtaunnya cuma beda 2 hari sama gue, terus kalo diliat-liat sifat malesnya ya kaya gue juga. Wkwkwk... Tapi Sir gue ini pinter! Ipeka sempurna gitu... Hahaha...
     Cerita soal Sir :
Sir tuh pas awal-awal masuk suka di bully sama temen-temen sekelas (sampe pernah marah). Gue ngeliatnya kasian, soalnya Sir teh baru taun pertama pisan ngajar malah digituin. Tapi lama-lama Sir akrab kok sama anak-anak. Malah sering di sela-sela pelajaran bercanda, mainan, pokoknya mencairkan suasana... Suasana belajar di kelas jadi ga tegang, ga ngebosenin, sebenernya sih kondusif ya buat belajar (kalo aja ga kepotong libur-libur)...

Sir juga suka bikin lelucon di kelas, tapi suka garing! Hihihi... Kita-kita sering ngetawain Sir pake ketawa khas anak-anak di sekolah gue. Ketawanya bukan ketawa ngehina kok... Yaa,,, ketawa banyolan aja sih... Hahaha...

Gue salut juga sama Sir ini... Walopun dulu sering di bully, tapi ga jadi sensi ke kelas gue! =D Soalnya ada tuh guru yang pernah dijailin juga, terus jadi sensi dongg... OMG! Udah sensi gitu teh bikin ga niat belajarr... (>,<)

Terus, Sir yang masih muda dan berjiwa muda ini masih gaul juga loh walopun udah kerja! Hahaha... Hmm... Apa lagi ya?

Sir tuh baik, walopun anak-anak suka ribut, tapi kalo ada SMS nanyain materi ato PR pasti dibales... Kalo gue yang jadi guru sih males banget... Hehehe... (I think that's the reason that I won't be a teacher =p) Sir juga ga cuek orangnya... Pas muridnya mau tes mau ngucapin GOOD LUCK... Bukannya gue ngebandingin sama guru-guru yang lain ya, tapi seringkali hal-hal yang kesannya kecil en sepele kaya gitu tuh justru jadi pondasi yang kuat buat relasi guru sama muridnya biar KBM bisa kondusif...

     Kesan soal Sir : baik, perhatian, humoris (boleh lah ya... Wkwkwk...), supel, ga sensian,  cukup sabar, mau belajar, hard-worker, ngerti gimana caranya bikin kelas ga tegang, murah senyum, kadang-kadang suka bengong tapi ga sadar kalo ada yang ngeliatin, apa lagi yaa? banyak deh! Hahaha...

     Pesan buat Sir : jia you, Sir! Mungkin di sana Sir bisa labih sukses en lebih enjoy... KIta ga pernah tau kan? Yang pasti, apa pun rencana Tuhan, kalo kita taat, pasti Dia kasi yang terbaik yang ga terpikirkan sama kita... Saya yakin dengan kemampuan Sir, pasti Sir bisa berkarya lebih bai lagi! =)



Untuk menjadi lebih baik, kita harus membuka mata, hati dan telinga lebar-lebar pada Tuhan.
Untuk menjadi lebih baik, kita harus membuka mata dan telinga serta menajamkan hati pada perlakuan dunia.
Untuk menjadi lebih baik, kita harus memusatkan mata, hati dan telinga kita untuk melihat apa yang ada di dalam kita dan mengembangkannya sebaik mungkin tanpa memandang dengan iri pada orang lain.

 Ditulis istimewa untuk :
           Sir Crystian Haryanto

Wednesday, 22 February 2012

Part 2 : "Found you!"


'Hmm... Udah beres kan? G balik dulu deh ya... udah sore nih... besok banyak Pr! hahaha...'
'Yuu... Jangan pundung ya. Tadi g cuma becanda... haha... Bye!'
'Siipp lahh... Bye, Harry!'


Udah pamit, g langsung ngibrit k parkiran. Nyariin jazz biru metalic hadiah ulangtaun dari Papa beberapa bulan yang lalu. Pas g mulai sekolah. Kata Papa kasian Pa Dirjo, beliau udah tua tapi masih banyak yang harus dikerjain. Takutnya nanti Pa Dirjo malah roboh karna kecapean. Jadi deh g nyetir sendiri k mana-mana. Walopun belum punya SIM, g udah jago nyetir.


Hmm... Kayanya ada yang bingung nih baca cerita ini. Well, ini cerita g. Nama g Edelline. G baru aja masuk k salah satu SMA terfavorit d Bandung secara ga disengaja, ga disangka dan ga berniat. Dan anehnya g masuk... haha... Next, g anak pertama dari dua bersaudara, yang satu lagi adik g, Chris. Cerita yang l baca ini ya g yang cerita. Kecuali yang ditulisin 'Edelline's Diary'. Berarti yang itu diambil dari buku Diary g.


Lanjutin yaa...


"Nothing's gonna change my love for you...
 You oughta know by now how much I love you...
 One thing you can be sure of, I'll never ask for more than your love...
 Nothing's gonna change my love for you...
 You oughta know by now how much I love you... ---"


'You oughta know by now how much I love you... The world may change my whole life trough, but nothi---!'


Gila! G harus ngeliat dia lagi! Oh, man! Ini ga lucu sama sekali!


'Delline? Hai! Apa kabar?'
'G? Baik.'
'Eh tadi sorry ya, g ga tau kalo itu l. Hampir aja g bikin l nabrak pohon.'
'Nabrak pohon masih mending. Kalo g nabrak orang terus mati?'
'hahaha... Selera humor l masih bagus ya? Udah lama noh kita ga ketemu. mmm, satu taun ya?'
'Selera orang gimana orang itu deh. Emang udah lama. Udah dulu ya Ge, g ada urusan. Kapan-kapan deh.'
'Oh, oke... Ati-ati, Dellien!'


errggghhhh!!!!! Jalan tuh bisa liat-liat ga sih? Gila ya! Mentang-mentang sama cewe baru jadi sarap! ergh! Ga lucu!  Tunggu, Dellien?!?! Masih manggil g kaya gitu? Siapa sih dia? Satu taun bukan waktu yang sebentar tau ga?
Gas udah hampir pol g injek. G bener-bener emosi! G masih belum bisa maafin dia! Ga untuk sekarang! Ga mau! G ga bisa terima diperlakukan kaya gitu... Dia pikir g ini tempat berteduh? Halte bis? Yang dia bisa seenaknya dateng terus pergi gitu aja?
Hei, Gaviel! Satu taun yang l sia-siain itu ga akan balik! Satu taun bukan waktu yang singkat buat ngubah semua tentang l, tentang g! No more word of 'us', Gaviel!
See? This all because of you! Kalo l ga muncul tiba-tiba, g ga akan hampir kecelakaan! Kalo l ga muncul sama Derryanne g ga akan uring-uringan kaya gini!


G bener-bener kalut! Untungnya g masih berpikiran waras en mutusin buat berenti dulu. G duduk d mobil sendirian. G benci situasi ini!
G bukan benci duduk sendirian. Yang g benci adalah karna dengan bodohnya g masih nangis karna Gaviel... Cowo itu... Bukan karna dia milih Derryanne setelah pergi gitu aja... Tapi karna g nangis dan dia ga pernah sadar kalo yang dia lakuin satu taun lalu itu bene-bener nyakitin perasaan g!


Harusnya satu jam yang lalu g udah sampe d rumah. Tapi gara-gara kejadian tadi g ketiduran d mobil dan sekarang baru nyampe. Untungnya Mama sma Chris belum pulang. G lega banget. Hari ini Chris ekskul sampe jam enam, Mama nemenin Papa k luar kota sampe minggu depan. Pa Dirjo pasti ikut Papa. Karna seminggu k depan cuma ada g sama Chris, pembantu-pembantu boleh pulang sore. Biasanya mereka ngine, tapi sementara d rumah ga banyak yang harus dikerjain. Jadi Mama bilang mereka boleh pulang, kasian kan ketemu keluarganya cuma beberapa kali dalem setaun.
G pikir-pikir bener juga. Papa Mama pergi baru beberapa jam aja g udah berharap mereka cepet pulang...
Mmh! Jadwal g! i-Pod kesayangan g dari Mama masih ada d saku kemeja g. Beberapa kali ngtouch layarnya, g langsung bisa liat jadwal g seminggu ini. G emang pelupa banget... Makanya semua tugas selalu g catet. Mau itu tugas, PR, ulangan, kegiatan, apa pun!


"Rabu
 Ulangan Elektrolit
 PR Geo
 Eng page 98 Part 3,4,5


 Kamis
          no update           "


hmm...
ah? Kamis ga ada tugas? Asikk!!! Nice... G langsung tersenyum lebar! Artinya hari ini g bisa nyicil beberapa tugas buat besok tapi agak nyantai. G langsung ambil tas, terus masuk k kamar.
Wuidihh!!! Kamar apa kandang ayam nih?
hahaha... G ketawa sendiri denger komen g soal kamar g. ahh... Ternyata g emang butuh Bu Nia beresin kamar g. Tapi ga enak juga minta tolong Bu Nia terus. Tugas beliau udah banyak. Minta tolong Bu Wien juga ga bisa. Bu Wien lagi hamil muda. Maklum, Bu Wien baru menikah Januari kemaren.
Akhirnya g putusin beberes kamar. Tapi karna cape, akhirnya g jadi tidur-tiduran d kasur. Bentar lagi deh... Istirahat dulu...
Diem bikin g keinget lagi sama kejadian tadi. Kali ini g berusaha tenang...


dddrrrrttttt...... ddddrrrrrtttttt....... ddrrrtttt...
1 New Message
Harrison
   'Delline, jangan pundung ya. Tadi g cuma becanda kok. Kalo ada apa-apa SMS aja ya. hehehe...'


ahh, Harry... G lagi ga mood SMSan deh... Besok juga ga ada apa-apa... Harry, Harry... Kalo aja l tau apa yang g alamin hari ini...
Tapi kalo ga ada temen ngobrol lama-lama g bisa autis... Eh, kalo g ngejailin Harry berhasil ga ya? Dia kan tadi udah ngejailin g. mmm... Cobain ah!


D   'Maaf ini siapa ya?'
     Pas bales ini g ga berharap banyak. G pikir harry ga akan langsung percaya...
H   'Harrison cuy... Astaga...'
     ahaha... Harry kena! Lanjutin ga ya? Kalo lanjutin gimana nih? Ah, gini aja deh...
D   'Harrison yang mana ya? Temannya Edelline? Edelline ga lagi d sini. Tadi sama Papa Mamanya k RS. Tadi pulang sekolah mengeluh katanya badannya ga enak setelah hampir kecelakaan, jadi dibawa k sana. Sampai sekarang belum pulang. Harry tadi ketemu Delline d sekolah?'
H   'Oh maaf om. Kalau boleh tau Edellinenya ada apa ya?'
D   'Saya juga belum tau. Daritadi Papa Mamanya belum mengabari lagi. Apa tadi kamu ketemu Edelline? Ada yang aneh? Kata Papa Mamanya tadi dia sempat mimisan.'
H   'Kalo gitu saya doakan cepat sembuh. Terimakasih, Om.'
D   'Iya, sama-sama. -enter_enter_enter_enter_enter- hahaha... Ini g, Har! Jangan marah ya? G cuma becanda kok...'
     G ga enak hati udah ngerjain Harry. Jadi g bongkar aja... Eh, dia lama banget balesnya. G pikir dia marah... Jadi g SMS lagi...
D   'Harry? Ga marah kan? Jangan marah ya? G cuma becanda... Janji deh ga akan g ulang lagi... Jangan marah dong... =('
H   'Nyata banget ceritanya. Dapet ide darimana sih?'


Lega denger Harry ga marah. Cuma dia minta g janga ngulang lagi becanda-becanda kaya gitu. Ternyata dia kaget. hahaha... G dikira kenapa-kenapa.
Mungkin itu karna tadi pas dia telp g, waktunya barengan sama Gaviel yang tiba-tiba nyelonong lewat d depan mobil g.
Akhirnya g jadi SMSan sama Harry. Tanpa sadar. G percaya banget sama dia. G jadi cerita soal Gaviel... Soal masa lalu g yang menyakitkan itu...


"Coba aja l bayangin gimana rasanya harus ketemu terus sama orang yang selama ini g coba lupain? Waktu g ditinggalin sama orang yang sangat g sayangin dia ga pernah ada!"


Siapa yang ninggalin Edelline?
Siapa sih yang Edelline maksud , yang dia bilang mau dia lupain?
Terus, Gaviel itu siapa?
Apa hubungan Gaviel sam Edelline?
Kenapa Edellin kaya benci banget sama Gaviel?
Dan, kenapa Edelline jadi uring-uringan pas ngeliat Gaviel jalan bareng Derryanne?
Apa Edelline juga kenal sama Derryanne?


Want to know? Wait for Part 3 : "Past Come To Me"
Tunggu ya kelanjutannya... =)
See you!


With a thankful feelings,
 Edelline Chen
 

Saturday, 11 February 2012

WHY EDELLINE???

Well,,, kalo kalian perhatiin, Edelline itu Username g d Blog ini... Juga nama yang g pake buat tokoh utama cerita bersambung yang bakal g post...

Tapi, kenapa namanya Edelline? Artinya apa sih? Apa ada cerita d balik nama Edelline? Atau buat kalian yang cermat, kenapa huruf 'L' d Edelline ditulis dobel? Cerita Edelline tuh nyata ga sih?

Ahahaha... Want to know???
Okee,,, sekarang bakal g ceritain semua soal Edelline... Mulai dari alesan g milih nama itu, cerita di balik nama Edelline, pokonya semua deh!
Kalo gitu, langsung aja kita mulai yaa... ;)

ARTI NAMA EDELLINE
Edelline itu asal kata -alias terinspirasi dari- Edelweiss... Yap! Edelweiss flower.
Kalo soal penulisannya sih, emang g sengaja bikin huruf 'L'nya dobel... Soalnya d nama asli g juga ada huruf 'L' n dobel juga. Hahaha...
Edelline itu buat g artinya gadis yang hidup dengan cinta dan  membuat orang2 d sekitarnya belajar mencintai n ngerti apa sih artinya cinta... =)

KENAPA PILIH NAMA ITU?
Hmm... Kenapa ya?
Well, alesan yang paling penting menurut g ya karna edelweiss itu bunga kesukaan g. Waktu kecil, nyokap g suka beliin g edelweiss seiket gitu... Tapi namanya juga anak kecil... Belum ngerti makna yang ada d dalem bunga itu...
Singkat cerita, setiap iket edelweiss yang dulu dibeliin nyokap selalu g pake mainan dan berakhir naas... =(
Sekarang nyesel banget dulu ngebunag2 bunga yang sebegitu mengagumkannya... And you know what? Sekarang g nyari k mana2 belum nemuin edelweiss lagi... Huhu... Sedihh...
Padahal edelweiss itu bunga abadi... Coba kalo dulu ga g bikin 'bernasib naas'...
Kalo kamu tau tempat ynag jual edelweiss,,, mau dongg... ;;)
Kasitau g yahh? Please?
Pengen banget dehh...
Then, alesan k dua...
Karakteristik edelweiss... Edelweiss itu bunga yang teguh. Kenapa g bilang gitu? Soanya buat sekedar ngeliat edelweiss secara langsung, orang harus rela ngedaki gunung sampe ketinggian tertentu... N kalo kalian tau legenda edelweiss,,, waahhh----- terharuu!!! =')
Edelweiss bukan cuma lambang keabadian, tapi juga lambang cinta yang tulus dan sempurna... Walaupun mereka ga  bisa bersatu, tapi cinta itu ga menyakiti orang lain n tetep tumbuh d hati masing2 jadi kenangan yang indah banget... =')
Selain itu, edelweiss juga bukan bunga gampangan... Dia ga mau tumbuh d tempat sembarangan...
Karakteristik edelweiss yang kurang-lebih sama kaya karakter g yang bikin g beneran 'jatuh cinta' sama bung yang satu ini... =)


CERITA D BALIK EDELLINE...
Jadi, dulu tuh pernah ada seorang sahabat yang kenal banget sama g. G sama dia udah kaya sodara... Deket bangett... XD
Dia bilang 'G tau deh bunga kesukaan l... Edelweiss kan?'
G waktu itu mikirnya dia asal ngomong aja... Ternyata dia serius ngejabarinya... Dia bilang, kalo cewe suka sama suatu bunga, seringnya bunga kesukaan cewe itu karakteristiknya mencerminkan karakter si cewe...
Pas dia jabarin itu g baru sadar kalo apa kata dia emang bener. Hahaha...

Nahh,,, udah tau kan kenapa g pilih nama Edelline?
Karna Edelline itu Edelweiss... Nama yang mencerminkan g...
Tapi g tetep lebih suka nama asli g. Soalnya kan itu pemberian ortu g... =D

Buat cerita Edelline sendiri (My Edelweiss Girl),,, ituu,,, fiksi yang nyata! Ahahaha...
Maksud g, sebagian dari cerita itu bener2 g alamin... Tapi sebagian lagi hasil imajinasi g ato pengalaman temen g, ato hal2 yang g pikir bisa bikin cerita itu punya makna tersendiri buat yang baca...

Lanjutan MEG ditunggu yaa... Draftnya lagi dalam proses... =) Semoga kalian suka ceritanya...
Minta kritik n saran dongg... =) I absolutely needs that...
"Untuk jadi orang yang lebih baik dan terus bertambah baik, kita memang harus percaya pada diri sendiri, mengikuti kata hati dan ga terlalu membanding2kan diri sama orang lain... Tapi, itu bukan berarti kita menutup mata & kuping sama apa yang terjadi dan ga mau denger kritik n saran dari orang lain. Dan hal lain yang juga penting adalah : baik tidak berarti bodoh."
=) 

Thursday, 9 February 2012

MY EDELWEISS GIRL

Edelline's Diary


9 February 2012 - Part I
06.00 a.m.
KRRIIINNNNGGGGG!!!!!!
'Ohh Noo!!!'
G telat lagi! Buru-buru g ngambil seragam n langsung ngiket rambut g sambil lari k kamar mandi. D kamar mandi, g mandi sambil ngomel-ngomel karna bangun kesiangan... Biasanya buat beres mandi g butuh 15 menit, tapi hari ini (kemaren, kemarenya lagi, sama kemaren kemarenya lagi juga sih) g cuma punya waktu kurang daro 10 menit! Secepet kilat deh g nyalain shower terus ngebut sabunan...
Pas liat jam, ternyata g udah ngabisin 7 menit buat mandi!!! G makin panik! Mana hari ini pelajaran pertama Kimia lagi...
'Mama, aku ga sarapan ya. Aku langsung berangkat.'
Aku berteriak sambil berusaha cepet-cepet pake seragam... Semoga Mama denger deh...

06.15 a.m.
Pas turun, Mama langsung nyodorin tas bekel yang udah full tuh 4 sehat 5 sempurna... Katanya biar g ga usah bolak-balik nyari makan. Hmm, Mama walopun cerewet tetep The Best Mom I've ever had! Selalu ngerti jadwal g... Emang hari ini g ekskul, n pulangnya jam 3 ato jam 4an... Malesssssssss banget deh kalo harus keluar sekolah buat beli makanan abis itu balik lagi... Soalnya, kantik sekolah udah pada tutup jam 2.

G ambil tas bekel g sambil cium pipi nyokap-bokap n langsung caoo! D depan udah stand by supir Papa, Pa Dirjo. Berhubung g suka banget sama hal yang kebarat-baratan, g suka manggil beliau dengan sebutan Sir D. Dan dia selalu nanya 'Non, Sir D itu siapa ya? Kok Bapak belum pernah liat temen Non itu?'

06.18 a.m.
Supir Papa emang lugu banget... N setiaaaa banget sama Papa. Setiap pagi mobil g pasti udah kinclong n udah dipanasin, jadi g tinggal tancap gas! G langsung senyum n ngucapin makasih k Pa Dirjo. Sambil masuk mobil, Pa Dirjo sempet pesen g biar ati-ati d jalan n jangan ngebut. G manggut-manggut aja terus langsung jalan.
Pas tiba-tiba BB g bunyi... G liat, ada incoming call dari temen g. Ternyata dia minta g ngajarin dia Mat... Aneh deh, secara, Mat g ga gitu bagus... Akhirnya g SMS temen g yang pinternyaa,,, ampun deh... Temen g itu langung bilang iya n g masukin appointment g itu k iPad.
'Math w Harrison & Kyla @Canteen 2.00 p.m.'

06.25 a.m.
Finally, g nyampe d sekolah tercinta yang parkirannya bikin tobat... Hahaha... I mean, anak-anak kalo parkir tuh hobby banget sembarangan. Garis batasnya d manaa, parkirnya d manaa... Ampun deh. Habis parkir, g langsung masuk kelas. Well, menurut g sih biasa aja ya...
Yang beda tuh pas g balik... Hahaha...

"CCCCCRRRRRRRIIIIIIITTTTTTTTTTTT........................ BBBBBBRRRRRRRRRRRRAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 'Edelline! Delline? Delline?! Itu suara apa? Deline! L denegr g ga? Delineeeee!!!!!!!!!' "
Kira-kira ada apa ya pas pulang sekolah??? Bukannya Edelline udah ada janji sama Harrison n Kyla???
Terus, yang manggil-manggil Deline siapa dong??? Edelline kenapa???

Tunggu kelanjutanya yaa... Only on gabrielledelweisschen.blogspot.com !
See you!

I WOULD LIKE TO SAY A LOVELY WELCOME TO MY BLOG!

Hey, there! I would like to say a lovely welcome to you! =)
Well, g mulai ngeBlog bukan baru kali ini sih... Yap! Yang sebelumnya ga pernah keurus. Pas niat banget ngurus blog, malah lupa add sama passw g... Aduhh...
Hahaha... But now, g udah punya Blog yang baru! =D
Apa aja sih yang bakal g post?
Mmm,,, because I love reading and (of course) writing, I'll share my short story, atau review2 Novel g yang masih dalam proses, materi pelajaran mungkin, banyak deh! =)
Dan yang pastii,,, sesuai sama judul Blog g ini, g juga bakal share pengalaman2 g "The Things Heart Want To Tell - The Way Soul Listen" yang g harap sih bisa ada manfaatnya ya buat kamu yang baca postingan2 d blog ini... =)
N g juga ga bakal cuma bercuap2 via postingan2 d sini... Comment2 yang masuk, whoops! pasti bakal jadi topik seru. =D
Terus, yang mau curhat2 gitu, sharing personally, pengen nanya2 soal apaa gituu,,, bisa2... Langsung aja send k E-Mail g... Pasti dibales kok... It's just about time... (kalo lama berarti g lagi Test Week/ada kerjaan yang ga bisa ditunda).
Don't worry... All secret is absolutely safe...
Ga percaya??? Coba aja... Hahaha...
Anggep aja Sharing Network ini kaya biro curhat gitu deh... Haha... =)
Finally, I hope this blog could help all readers who visit it even just a little...

With love and thankful as your friend,
Edelline
(GC)